Loading...

Penguatan Kapasitas Akademik melalui Workshop Pemanfaatan AI dalam Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris

Diterbitkan pada
21 April 2026 09:08 WIB

Baca

[SUKOHARJO, 20 April 2026]-UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “Harnessing the Power of AI in English Teaching and Learning” sebagai upaya meningkatkan kompetensi bahasa Inggris sekaligus literasi teknologi bagi dosen dan mahasiswa di era digital. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala UPT Bahasa, H. Sulhani Hermawan, M.Ag, yang menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu keterampilan utama dalam dunia akademik dan global. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki tanggung jawab untuk memenuhi standar minimal kelulusan dalam penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan terus meningkatkan kompetensi berbahasa, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggris, sebagai bagian dari kesiapan akademik dan profesional

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bahasa Inggris memiliki peran strategis sebagai bahasa internasional dan bahasa pengantar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penguasaan bahasa ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri yang mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris. Selain itu, materi dalam workshop ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangna Kelembagaan, Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag, yang menegaskan bahwa AI saat ini menjadi bagian penting dalam dunia akademik. Berbagai platform AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, namun penggunaannya harus tetap berlandaskan etika. AI dipandang sebagai alat untuk mempermudah proses kajian ilmiah dan sebagai pintu masuk menuju pemahaman yang lebih mendalam. Oleh karena itu, sivitas akademika diharapkan tidak bersikap anti terhadap AI, tetapi mampu menggunakannya secara bijak dengan tetap menguasai ilmu dasar, seperti bahasa Inggris dan ilmu keagamaan.

Pada sesi materi, narasumber pertama, Rizky Ismail J. M.Pd. membawakan topik “Generative AI in English Language Education.” Ia menjelaskan konsep dasar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk bagaimana AI bekerja dalam menghasilkan teks berbasis pola data yang telah dipelajari. Selain itu, ia juga menguraikan berbagai tantangan dan risiko penggunaan AI, seperti potensi ketergantungan, akurasi informasi, serta isu etika akademik. Dalam pemaparannya, disampaikan dua keterampilan penting dalam pemanfaatan AI, yaitu kemampuan menyusun prompt (prompting skills) dan kemampuan membaca serta mengevaluasi hasil (critical reading of output).

Selanjutnya, narasumber kedua, Mohammad Romdhoni Prakoso, M.Pd, memaparkan karakteristik serta tingkatan pemanfaatan AI, yaitu generating, training, dan developing. Ia juga menjelaskan bahwa AI bekerja berdasarkan pengenalan pola, sehingga pengguna perlu memahami cara melatih dan mengarahkan AI sesuai kebutuhan. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pelatihan praktis dalam mengoptimalkan penggunaan Custom GPT dan Gemini Gems untuk mendukung pembelajaran. Peserta dilatih untuk merancang model AI sederhana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta mampu mengintegrasikan teknologi AI secara efektif, adaptif, dan beretika dalam kegiatan akademik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi AI secara efektif, kritis, dan beretika dalam mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan global. (Humas UPT Bahasa)