Loading...

Perkuat Internasionalisasi Berbasis Kearifan Lokal, UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Finalisasi Buku Ajar BIPA

Diterbitkan pada
7 April 2026 15:01 WIB

Baca

[Sukoharjo, 6 April 2026] – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) tahap akhir dalam rangkaian penyusunan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada Senin (6/4). Kegiatan ini menandai fase krusial sebelum materi ajar tersebut masuk ke tahap produksi dan publikasi secara luas.

Acara ini menghadirkan dua pakar di bidang kebahasaan, yakni Prof. Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Dony Setyawan, M.Pd. dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, untuk memberikan tinjauan ahli terhadap bahan ajar yang telah disusun.

Kepala UPT Bahasa UIN Raden Mas Said, H. Sulhani Hermawan, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa FGD ini merupakan pilar ketiga setelah fase penyusunan dan peninjauan (review). Fokus utama dari proyek ini bukan sekadar pada estetika buku, melainkan pada efektivitas fungsionalnya dalam menunjang mobilitas akademik mahasiswa asing.

"Output utama yang kami sasar adalah lahirnya lulusan internasional yang memiliki kompetensi bahasa Indonesia yang mumpuni secara akademis. Buku ini dirancang untuk memfasilitasi adaptasi mereka, sehingga kendala linguistik tidak lagi menjadi penghalang dalam menyerap materi perkuliahan," jelas Sulhani.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. Dalam pidato kuncinya, Rektor menegaskan bahwa sebagai PTKIN dengan predikat Rekor MURI untuk pendaftar mahasiswa asing terbanyak tahun 2025, universitas memiliki tanggung jawab moral untuk menyediakan standar pembelajaran yang inklusif namun berkarakter. Rektor menekankan tiga poin strategis dalam pengembangan BIPA yaitu: sinkronisasi standar kurikulum, literasi sosio-kultural yaitu penyajian konten yang memuat etika berbahasa (unggah-ungguh), norma kesantunan formal, hingga pengenalan kearifan lokal Surakarta. Terakhir pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa untuk belajar di luar ruang kelas (pasar, perhotelan, ruang public, dll) agar mereka memahami penggunaan bahasa dalam realitas sosial yang dinamis.

"Bahan ajar ini adalah instrumen untuk membekali mahasiswa asing dengan kecakapan bahasa yang adaptif. Meski secara administratif kita mengejar target skor UKBI, muatan lokal tetap menjadi 'ruh' dari buku ini. Kami ingin mereka mendapatkan literasi yang komprehensif mengenai keindonesiaan dan moderasi keislaman di tanah air," tegas Prof. Toto Suharto.

Tinjauan mendalam dari kedua narasumber memberikan dimensi baru bagi penyempurnaan substansi buku ajar ini. Prof. Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. menitikberatkan pada standarisasi struktur dan format teknis, yang meliputi koherensi materi antarbab, pemilihan tipografi yang menunjang keterbacaan, hingga kelengkapan bagian preliminaries. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan jumlah halaman agar beban kognitif mahasiswa tetap terjaga secara proporsional. Di sisi lain, Dony Setyawan, M.Pd. memberikan perspektif pada aspek pedagogis dan visual; beliau menekankan perlunya integrasi gambar yang representatif serta pencantuman peta pembelajaran yang jelas sebagai instrumen navigasi bagi pengajar dan pemelajar dalam mencapai target kompetensi."

Pasca-FGD ini, tim pengembang akan segera melakukan finalisasi tata letak sebelum naskah memasuki meja percetakan. Inovasi bahan ajar BIPA bermuatan lokal ini diharapkan menjadi pionir sekaligus tolak ukur bagi institusi lain dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pendidikan dunia yang tetap teguh menjaga identitas budayanya.(Humas UPT Bahasa)