Loading...

UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta Perkuat Internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui Bimtek BIPA dan Peluncuran Buku Ajar Bermuatan Lokal dan Wawasan Keislaman

Diterbitkan pada
11 Juni 2026 17:07 WIB

Baca

Surakarta, 10 Juni 2026 – UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Kemitraan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi Pengajar BIPA di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Lainnya pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan yang telah terjalin antara UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta dan Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam upaya memperkuat internasionalisasi Bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya, kepala UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta H. Sulhani Hermawan, M.Ag., menyampaikan bahwa bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing memiliki dua tujuan utama.  Tujuan jangka pendek adalah membantu mahasiswa internasional memahami proses perkuliahan yang sebagian besar masih menggunakan Bahasa Indonesia. Adapun tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sehingga tetap digunakan dan dikenang oleh para pemelajar setelah mereka kembali ke negara asal masing-masing. “Melalui program BIPA, mahasiswa asing tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami budaya Indonesia. Dengan demikian, Bahasa Indonesia dapat semakin dikenal dan digunakan dalam pergaulan internasional,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek tahun ini dirangkaikan dengan peluncuran buku bahan ajar BIPA yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan wawasan keislaman sebagai ciri khas pembelajaran Bahasa Indonesia di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Dr. Iwa Lukmana, M.A. menegaskan pentingnya sinergi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan lembaga penyelenggara BIPA dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu peningkatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Menurutnya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui jaringan Unit Pelaksana Teknis yang tersebar di berbagai daerah terus mendorong penguatan program BIPA sebagai bagian dari diplomasi kebahasaan Indonesia di tingkat global. Ia juga memaparkan berbagai capaian program BIPA yang menunjukkan meningkatnya minat masyarakat dunia untuk mempelajari Bahasa Indonesia. “Internasionalisasi Bahasa Indonesia merupakan kerja bersama yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk memperluas jangkauan dan kualitas layanan BIPA,” ungkapnya.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan berbagai praktik baik (best practices) pengembangan BIPA yang telah dilakukan kampus. Ia menegaskan bahwa UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen mendukung penguatan posisi Bahasa Indonesia di tingkat internasional melalui berbagai program strategis.

Saat ini UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki 21 program studi yang seluruhnya telah meraih akreditasi unggul. Dalam bidang internasionalisasi, kampus secara aktif mengembangkan program BIPA, mengirimkan pengajar Bahasa Indonesia ke luar negeri, serta melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kebahasaan, termasuk sebagai Duta Bahasa Jawa Tengah.

Rektor juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selama beberapa tahun terakhir. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan UIN Raden Mas Said Surakarta memperoleh Rekor MURI sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah pendaftar mahasiswa asing terbanyak. Saat ini tercatat sebanyak 38 mahasiswa internasional sedang menempuh studi di kampus tersebut.

Sebagai bagian dari penguatan layanan BIPA, UIN Raden Mas Said Surakarta juga terus mengembangkan kurikulum BIPA, kelas pemula, kelas mahir, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, serta pengembangan laman khusus BIPA yang dapat diakses oleh pembelajar dari berbagai negara.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan peluncuran dua buku ajar BIPA berjudul Ngaji Nusantara dan Seruni. Kedua buku tersebut dikembangkan sebagai bahan ajar BIPA yang memadukan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kekayaan budaya lokal dan nilai-nilai keislaman.

Peluncuran buku ini menjadi langkah penting dalam penyediaan bahan ajar BIPA yang kontekstual, relevan, dan mencerminkan identitas budaya Indonesia. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat memperkaya sumber belajar bagi pengajar dan pemelajar BIPA, sekaligus memperkuat peran UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pusat pengembangan Bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berwawasan budaya dan keislaman.

Setelah acara pembukaan dan peluncuran buku, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Bimbingan Teknis yang diikuti para pengajar, tutor dan pengelola program BIPA dari berbagai perguruan tinggi.

Setelah rangkaian pembukaan dan peluncuran buku ajar BIPA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Bimbingan Teknis yang diikuti oleh para pengajar, tutor, dan pengelola program BIPA dari berbagai Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengajar sekaligus memperkuat pengembangan bahan ajar BIPA yang relevan dengan kebutuhan pemelajar internasional.

Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. dari Universitas Negeri Malang yang menyampaikan materi mengenai Pemahaman Lintas Budaya dalam Pembelajaran BIPA. Dalam paparannya, Prof. Gatut menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing tidak hanya ditentukan oleh penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga oleh kemampuan pengajar dalam memahami latar belakang budaya para pembelajar. Menurutnya, setiap mahasiswa internasional membawa nilai, kebiasaan, cara berkomunikasi, dan perspektif budaya yang berbeda sehingga pengajar BIPA perlu memiliki sensitivitas lintas budaya agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan inklusif. Pemahaman terhadap perbedaan budaya tersebut juga menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang harmonis serta meminimalkan kesalahpahaman dalam proses belajar mengajar.

Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Isnaniah, S.Pd., M.Pd. yang membahas Bahan Ajar BIPA Berwawasan Keislaman dan proses penyusunannya. Dalam sesi ini, Prof. Isna menjelaskan landasan filosofis, akademik, dan pedagogis yang digunakan dalam penyusunan buku ajar BIPA berwawasan keislaman. Ia memaparkan bahwa setiap bab disusun berdasarkan kebutuhan komunikatif pembelajar asing dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat, kontekstual, dan mudah dipahami oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Selain itu, ia juga menjelaskan proses pengembangan materi, pemilihan tema, penyusunan aktivitas pembelajaran, hingga penyajian konten budaya dan keislaman yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa internasional.

Sementara itu, Dr. Elen Inderasari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi mengenai Buku Bahan Ajar BIPA Bermuatan Lokal Surakarta. Dalam paparannya, Dr. Elen menegaskan pentingnya menghadirkan bahan ajar yang dekat dengan lingkungan sosial dan budaya tempat mahasiswa internasional belajar. Menurutnya, muatan lokal Surakarta yang diintegrasikan dalam buku ajar tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai media pengenalan budaya, tradisi, nilai-nilai sosial, serta kearifan lokal masyarakat setempat. Dengan demikian, mahasiswa internasional tidak hanya mempelajari struktur dan kosakata Bahasa Indonesia, tetapi juga memperoleh pengalaman autentik dalam memahami kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung. Kehadiran buku bermuatan lokal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan lingkungan kampus dan masyarakat sekitar sekaligus memperkuat fungsi BIPA sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia.

Melalui rangkaian materi tersebut, peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai pentingnya kompetensi lintas budaya, pengembangan bahan ajar berbasis nilai keislaman, serta integrasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program BIPA yang berkualitas dan berdaya saing global, sekaligus mendukung upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan dan diplomasi budaya. (Humas UPT Bahasa)